Jumat, 31 Agustus 2012

2 Ashabul Kahfi


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
     Ashabul Kahfi adalah tujuh orang pemuda yang dikejar-kejar oleh seorang raja untuk dibunauh. Mereka dianggap sebagai perusak akidah nenek moyang raja dan keturunannya. Ashabul Kahfi itu lari mencari perlindungan untuk menyelamatkan diri dari kebiadapan Sang Raja. Raja tersebut bernama Diqyanus atau Decius (249-251M), di Rumania.
  1.       Kisah Ashabul Kahfi  bermula di Rumania ketiak orang-orang Nasrasi sepeninggalan nabi Isa as semakin durhaka dan kembali menyembah berhala , memerintah seorang raja yang kejam, bernama Diqyanus atau Decius. Sang Raja memaksa rakyatnya untuk menyembah berhala seperti dirinya. Dia selalu berkeliling sekitar kerajaan untuk memastikan apakah rakyatnya menyembah berhala atau tidak. Jika tidak menyembah akan disiksa bahkan dibunuh.
     Kala itu pula ada tujuh orang yang masih taat kepada ajaran yang dibawa oleh Nabi Isa as, dan tidak mau menyembah berhala. Mereka ditangkap oleh pasukan Raja Decius, dan dibawa ke kerajaan.
   
     Tanya Raja, "Mengapa kalian tidak menyembah sesembahan seperti umumnya yang dilakukan para penduduk negri ini?sekarang kalian boleh pilih, menyembah sesembahan atau mati".
   
     Salah seorang pemuda menjawab, "Kami mempunyai Tuhan yang menguasai langit dan bumi. Kami tidak mau menyembah selain kepada Allah. Terserah kami mau diapakan".

      Tidak seperti biasanya, raja menyurutkan amarahnya, dan berkata, "Aku suka kalian, oleh karena itu, pikirkanlah lagi sikap kalian itu, jika sudah tenang dan berubah pikiran, kembali menghadap kepada ku. Tetapi jika kalian tidak menghadap samapai batas waktu yang ditentukan, maka kalian akan binasa".
     
      Ketujuh pemuda itu di lepas, dan mereka pu meninggalkan istana kerajaan. Kesempatan ini digunakan ketujuh pemuda untuk berunding. Akhirnya mereka bersepakat untuk bersembunyi di goa Yanjalus. Setelah membawa bekal secukupnya yang dibawa oleh seorang yang bernama Tamlikha, berangkatlah mereka ke goa tersebut.

      Ditengah perjalanan menuju goa, mereka diikuiti oleh seekor anjing yang terus mengikuti walau sudah berkali-kali diusir. Subhanallah, Anjing itu bisa berkata, "Aku ikut, aku senang kepada o9rang-orang yang menjadi kekasih Allah, nanti aku akan menjadi penjaga kalian saat kalian tidur".

      Akhirnya sang anjing diperbolehkan ikut. Mereka menetap di goa. Setiap hari Tamlikha mengendap turun ke kota-kota terdekat untuk mencari makanan. Siang dan malam mereka berdoa, berpuasa, dan wirid.

      Ketika batas waktu yang ditentuakan pemuda itu tidaj memberikan jawaban kepada Sang Raja, maka  memerintahkan pasukannya untuk mencari ketujuh pemuda itu untuk menangkapnya. Saat pasukan itu sampai di goa, Allah menjadikan ketujuh pemuda itu tertidur dengan nyenyak tanpa bergerak sekali pun, seperti mati. Setelah itu Sang Raja memerintahkan pasukannya untuk menutup goa itu dengan batu besar. Raja bermaksud untuk mematikan ketujuh pemuda itu dengan cara ini.

      Kejadian tersebut ternya ada yang mencatatnya, yaitu dua orang pemuda yang masih kerabat Raja Decius. Mereka yang bersimpatik kepada ketujuh pemuda tadi dan mencatat semua kejadian yang dialami ketujuh pemuda pada sebilah papan timah, lalu saat ikut ke goa, papan timah itu diletakkan disamping ketujuh pemuda yang tertidur. Jika ketujuh pemuda itu disebut Ashabul Kahfi (pemilik goa), maka kedua pemuda simpatisan tadi disebut Ashabul Raqim (Raqim = papan tulis timah)

      Setelah semakin lama berlalu, Allah kemudian membangunkan mereka. Salah seorang diantara dia yang bernama Maksalmina bertanya kepada teman-temannya, "Berapa lama kita tidur?" Teman-teman menjawab seperkiraannya, karena sama-sama tidak tahu. Karena lapar mereka meminta Tamlikha untuk turun kekota untuk membeli makanan.

      Saat Tamlikha dipasar, dia kebingungan melihat suasananya yang berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Lebih terkejut lagi ketika akan membeli makanan, si penjual dengan kaget dan heran mengaakan uang yang dibawa Tamlikha sudah kuno dan tidak laku lagi. Tamlikha kemudian diajak mengahadap raja di kerajaan. Semula Tamlikha tidah mau, karena takut. Tetapi setelah dikasih tau bahwa rajanya bernama Baidarus, Tamlikha bersedia walaupun kebingungan. Setelah bertemu Raja ternyata bukan Decius yang kejam, tetapi seorang raja yang saleh. Tamlikha bercerita tentang dirinya dan teman-temannya. Gegerlah istana Baidarus, yang kemudian menyebar beritanya keseluruh negri, karena Raja Decius yang diceritakan Tamlikha sudah meninggal 309 tahun yang lalu. Jadi, rupanya Tamlikha dan teman-temannya tertidur selama 309 tahun. Peristiwa itu menjadikan pendudk negri semakin bertambah keyakinannya kepada kekuasaan Allah. ~sekian~

2 komentar:

subhan mengatakan...

Blognya mantab....tulisannya bagus...nanti pelajaran akidah akhlaq akan merujuk kesini.

zahbunnesa mengatakan...

Masya'Allah

Posting Komentar